Membuka Cakrawala Pengetahuan

Membuka Cakrawala Pengetahuan

Sabtu, 14 Mei 2011

RPP Tauhid-Keutamaan Doa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Sekolah : SMP Diponegoro Yogyakarta
Mata Pelajaran : Ilmu Tauhid
Kelas / Semester : VIII / 2
Standar Kompetensi : Memahami Keutamaan Doa
Kompetensi Dasar : Menjelaskan keutamaan doa terhadap ketentuan Allah (takdir)
Indikator – indikator :
  • Menjelaskan keutamaan doa
  • Mendeskripsikan doa terhadap ketentuan Allah (takdir)
  • Memahami dalil qur’an dan hadis tentang keutamaan doa
Alokasi waktu : 1 x 40 menit
  1. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran diharapkan siswa dapat
  1. Menjelaskan keutamaan doa
  2. Mendeskripsikan doa terhadap ketentuan Allah (takdir)
  3. Memahami dalil qur’an dan hadis tentang keutamaan doa

  1. Materi Pembelajaran
  1. Keutamaan doa
  2. Mendeskripsikan pengaruh doa terhadap takdir
  3. Dalil qur’an dan hadist tentang keutamaan doa
  1. Metode Pembelajaran :
  • Ceramah
  • Tanya jawab
  • Diskusi
  • Pemberian tugas
  1. Langkah-langkah Kegiatan
  1. Kegiatan Pendahuluan (5 menit)
  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa serta mengecek kesiapan siswa untuk mengikuti pelajaran.
  2. Guru menanyakan kembali materi pembelajaran yang telah lalu. (Apersepsi)
  3. Guru menanyakan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan. (Pretest)
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
  5. Guru memotivasi siswa agar semangat dalam mengikuti pembelajaran yang akan disampaikan (doa dan takdir) dengan cara menyuguhkan pembahasan yang menarik.
  1. Kegiatan inti (30 menit)
  1. Guru mengelompokkan siswa menjadi 3 bagian.
  2. Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang doa dan takdir dilengkapi dengan media LCD.
  3. Guru memberikan pertanyaan langsung sesuai materi yang diajarkan.
  4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan materi yang telah disampaikan.
  5. Guru memberikan lembar soal kepada siswa untuk didiskusikan.
  6. Guru dan siswa bersama-sama menjawab soal yang telah didiskusikan tiap kelompok.
  1. Kegiatan Penutup (5 menit)
  1. Guru menanyakan kembali materi yang sudah dijelaskan kepada siswa. (Post test)
  2. Guru memberikan kesimpulan terakhir tentang materi yang telah dipelajari.
  3. Guru meminta siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan dirumah dan meminta mempelajari juga materi yang akan dipelajari pertemuan selanjutnya.
  4. Guru menutup pelajaran dengan salam.
  1. Sumber dan Media Pembelajaran
  1. Lcd/ media audio visual
  2. White Board
  3. LKS
  4. Buku Tauhid   (Keutamaan Doa dan dzikir)
  1. Penilaian
        1. Tes Tertulis dan lisan
        2. Keaktifan selama pembelajaran berlangsung
        3. Penugasan

Mengetahui,
Yogyakarta, 11 Mei 2011
Kepala Sekolah SMP Diponegoro




DR. Fikri Arief Husaen, M.Ag
NIP. ………………………….

Guru Mata Pelajaran




Ahmad Triyono, S. Pd.
NIP. ...........................
Lampiran Materi Ajar

Keutamaan Doa

Rasulullah SAW bersabda: “Addu’a mukhul ibadah” Doa adalah otak/intisari ibadah. (HR. Tirmidzi). Mengapa demikian? Karena ketika seseorang sedang berdoa sebenarnya ia sedang memposisikan diri sebagai seorang hamba yang butuh pertolongan maha penciptanya. Sebaliknya orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah SWT berarti dia sombong yang menyebabkan Allah murka. Dalam suatu hadis dijelaskan bahwa:
“Doa adalah ibadah, rabb kalian berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya aku akan memperkenankan bagimu.” (HR. Abu dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah)
Selain itu doa adalah silahul muslimin, yaitu senjata bagi seorang muslim dalam mengarungi kehidupan yang juga sebagai benteng dan obat yang merupakan pintu segala kebaikan. Dengan izin Allah doa dapat mengubah segalanya. Allah SWT berfirman:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka jawablah, bahwasannya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) ku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agara mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqoroh: 186)
Diriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ.
"Tidak ada sesuatu pun di sisi Allah subhanahu wata’ala yang lebih mulia daripada doa."
Diriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيْبَ اللهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكُرَبِ، فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ.
"Siapa saja yang suka agar Allah mengabulkan doanya pada waktu kesusahan dan kesem-pitan maka hendaklah dia memperbanyak doa pada waktu senang."

Dalam hadis dikatakan bahwa, Dari Salman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Tak ada yang dapat menolak takdir selain doa, dan tak ada yang dapat memperpanjang umur selain kebajikan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2139. Al-Albani menganggapnya hasan lighairih dalam Shahih At-Targhib, no. 1639).
Ada beberapa hadits lain yang senada dengan ini dan menunjukkan bahwa takdir bisa dicegah dengan doa, tapi semuanya dha’if. Sedangkan hadits ini derajatnya hasan, sehingga bisa dipakai sebagai hujjah. Dan hadis lain mengatakan, “Tidak menambah umur kecuali kebajikan, dan tidak bisa menolak takdir kecuali doa. Sesungguhnya seseorang itu bisa terhalangi dari rizkinya karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ahmad, Ibnu Majjah dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, Adz-Zahabi dan Al-Iraqi).
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Doa itu adalah suatu penyebab yang bisa menolak bala. Jika doa lebih kuat darinya maka ia akan mendorongnya, dan jika penyebab bala yang lebih kuat maka ia akan mengusir doa. Karena itu diperintahkan ketika ada gerhana dan bencana besar lain untuk shalat, berdoa, beristighfar, sedekah dan memerdekakan budak. Wallahu’alam.” (Al-Fatawa, 8/193). Dan Ibnul Qoyyim berkata: “Doa termasuk obat yang paling bermanfaat, ia adalah musuh bala, ia mendorongnya dan mengobati, ia menahan bala atau mengangkat atau meringankannya jika sudah turun.”
Adapun perihal maqbulnya sebuah doa bisa dilihat pada waktu-waktu tertentu sesuai yang dijelaskan dalah hadis bahwa pada suatu saat Rasulullah ditanya, “Pada waktu apa doa (manusia) lebih didengar oleh Allah?” lalu Rasulullah Saw menjawab, “ Pada tengah malam dan pada akhir tiap shalat fardhu (sebelum salam).” (Mashabih Assunah) kemudian doa yang diucapkan antara adzan dan iqomat tidak ditolak oleh Allah. (HR. Ahmad)
Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk berdoa dan memohon hanya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Bermohonlah kepada rabmu disaat kamu senang (bahagia). Sesungguhnya Allah berfirman (hadis Qudsi): “Barang siapa berdoa (memohon) kepada-Ku di waktu dia senang (bahagia) maka Aku akan mengabulkan doanya diwaktu dia dalam kesulitan, dan barangsiapa memohon maka Aku kabulkan dan barangsipa rendah diri kepada-Ku maka aku angkat derajatnya, dan barangsiapa memohon kepada-Ku dengan rendah diri maka aku merahmatinya dan barangsiapa memohon pengampunanku maka aku ampuni dosa-dosanya.” (Ar-Rabii’)

Bagaimana doa bisa menolak takdir padahal takdir sudah ditentukan?
Jawabnya, Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menciptakan takdir dan menciptakan pula sebabnya. Allah maha tahu apa yang akan terjadi nanti dan Ia tidak mungkin lupa atau kecolongan sehingga mengubah keputusan-Nya yang telah lalu. Tapi itu semua berada dalam dimensi ilahiyyah yang tak mungkin bisa diselami akal manusia yang serba terbatas ini. Maka tak perlu membahas masalah tersebut lebih lanjut.
Manusia hanya diperintahkan untuk melakukan sebab. Bila ingin mendapatkan rezki harus bekerja, tidak mungkin bisa kaya dengan bermalas-malasan. Nah, kerja adalah sebab dan rezki memang di tangan tuhan. Hanya orang kurang akal yang mengatakan, “Ah, buat apa bekerja bukankah rezki di tangan tuhan. Jadi, kalau saya sudah ditakdirkan kaya, maka saya akan kaya dengan sendirinya.”
Demikianlah doa, ia merupakan sebab yang diciptakan Allah untuk memperoleh keuntungan dan menolak kerugian, sama seperti kerja yang diciptakan sebagai sebab untuk mendapat kekayaan.
Kesimpulannya, takdir sudah ditetapkan dan tidak akan berubah dalam dimensi Allah. Ia hanya akan berubah dalam dimensi manusia. Manusia tidak boleh tahu apa yang sudah diputuskan Allah, tapi hanya harus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Dan, Allah telah menunjukkan jalan terbaik untuk selamat dari keburukan yang kemungkinan besar akan terjadi, yaitu dengan doa. Itulah takdir dalam dimensi manusia, sesuatu yang sudah dipastikan akan terjadi, sehingga secara logika tak mungkin tertolak. Misalnya, ada yang sakit dan menurut dokter tinggal menunggu waktu saja dan tidak mungkin disembuhkan. Tapi, dengan doa siapa tahu terjadi keajaiban dan yang bersangkutan ternyata sembuh. Inilah maksud doa menolak takdir. Walahu ‘alam.

Kisah nyata:
Kisah ini dialami oleh salah seorang hamba Allah yang bekerja di PT Sanyo Electronics Cikarang. Ia mengalami kehamilan pertama, dan ketika diperiksa oleh dokter ternyata janin yang ia kandung terinveksi virus rubella akibat sakit yang diderita sang ibu. Virus itu menyerang pada saat usia kandungannya 3,5 bulan. Hasilnya, sang bayi positif akan lahir dalam keadaan cacat, seperti buta, gangguan pendengaran dan lain sebagainya.
Beberapa kali ia berusaha memeriksakan kandungannya melalui USG. Menurut dokter yang memeriksa bayi tersebut memiliki kelainan kromosom di tengkorak belakang yang akan mengakibatkan anak itu jadi idiot setelah lahir nanti.
Dengan perasaan tak menentu sang teman ini berusaha untuk pasrah. Sampai pada saatnya untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSCM. Pada malam sebelum pemeriksaan itu dia bangun shalat tahajjud dan berdoa kepada Allah, dengan keyakinan penuh bahwa Allah pasti mendengar doa hamba-Nya yang kesusahan. Lalu dia juga berusaha bertawassul dengan meminum air zam-zam. Dan sangat mengejutkan bahwa hasil pemeriksaan di RSCM menyatakan bahwa sang janin sehat dan tidak terdapat kelainan apapun. ALLAHU AKBAR!
Bukan main gembiranya perasaan sang teman ini, dan dia merasakan betapa Allah maha baik bila diminta dengan ikhlas oleh sang hamba. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengenakan jilbab (sebelumnya dia tidak berjilbab) pasca melahirkan sebagai bentuk syukurnya kepada Allah Taala.
Dari sini ada beberapa hal menurut pandangan syar’i mengapa anaknya itu sembuh. Beberapa ikhtiyar yang dia lakukan adalah:
-Dia berdoa
-Dia pasrah pada keputusan Allah
-Dia Shalat Tahajjud
-Dia bertawassul dengan meminum air zamzam
Semua itu memang disunnahkan, dan masing-masing akan menyebabkan terkabulnya doa bila dilakukan ikhlas dan memasrahkan diri kepada Allah Ta’ala. Ini adalah salah satu makna hadits Rasulullah SAW di atas yang menerangkan bahwa doa bisa mengubah takdir. Maksudnya, takdir yang sudah diperkirakan bakal terjadi tapi masih mengandung kemungkinan lain. Wallahu a’lam.

LEMBAR KERJA SISWA
LATIHAN
A.Berilah tanda silang ( X ) pada salah satu jawaban yang paling tepat!

1. “Addu’a mukhul ibadah” artinya….
a.Doa adalah intisari ibadah
b.Doa adalah kekuatan ibadah
c. Doa adalah perisai ibadah
d.Doa adalah keutamaan ibadah
e.Doa adalah keagungan ibadah
2.Orang yang tidak pernah berdoa berarti….
a.pemalas
b.sombong
c.tidak tahu diri
d.tidak tahu malu
e.durhaka
3.Salah satu keutamaan doa, kecuali….
a. sebagai perisai
b. sebagai obat
c. sebagai pintu segala kebaikan
d. sebagai penolak bala
e. sebagai jimat
4. Waktu yang paling baik untuk berdoa, kecuali….
a. antara adzan dan iqomat
b. Akhir shalat fardhu
c. pada tengah malam
d. pada hari jum’at
e. saat susah
5. Umar bin Khattab membatalkan niatnya untuk memasuki sebuah kampung yang sudah terjangkit penyakit kolera karena beliau…
a. takut mati
b. takut tertular
c. menolak takdir
d. melarikan diri dari takdir
e. mencari takdir yang lebih baik
6. Ketika seorang pencuri ditanya, ia menjawab, ”saya mencuri karena saya hanya sekedar menjalani takdir Tuhan, pernyataan tersebut adalah….
a. Benar
b. Dianjurkan
c. Salah
d. Dibolehkan
e. Diharuskan
7.Jika seseorang sudah ditakdirkan menjadi bodoh, dengan doa dan belajar, maka ia akhirnya pandai juga. Pernyataan ini bukti doa mampu merubah ….
a. takdir buruk
b. takdir baik
c. keadaan buruk
d. keadaan baik
e. nasib buruk
8. Allah swt berfirman: ”sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka berusaha …..” lanjutan dari firman Allah itu….
a. mengubahnya sendiri
b. menjadi orang yang bertaqwa
c. dengan sekuat tenaga
d. sambil berdo’a
e.mempelajari ilmu pengetahuan yang berguna
9.
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيْبَ اللهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكُرَبِ، فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ.
Makna yang digaris bawahi adalah….
  1. maka hendaklah dia memperbanyak doa pada waktu senang
  2. maka hendaklah dia memperbanyak doa pada waktu susah
  3. maka hendaklah dia memperbanyak doa pada waktu lapang
  4. maka hendaklah dia memperbanyak doa pada waktu sempit
  5. maka hendaklah dia memperbanyak doa pada waktu sakit
10. لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ.
Arti hadis diatas adalah….
  1. tiada satupun disisi Allah yang lebih mulia daripada doa
  2. tiada satupun disisi Allah yang lebih mulia daripada taqwa
  3. tiada satupun disisi Allah yang lebih mulia daripada iman
  4. tiada satupun disisi Allah yang lebih mulia daripada ihsan
  5. tiada satupun disisi Allah yang lebih mulia daripada islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar