Membuka Cakrawala Pengetahuan

Membuka Cakrawala Pengetahuan

Sabtu, 15 Oktober 2011

RESENSI BUKU

Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya
Oleh: Fikri Arief Husaen 


Identitas Buku
Penulis             : F.J. Monks, A.M.P. Knoers, Siti Rahayu Haditono
Penerbit           : Gadjah Mada University Press
Tahun Terbit    : 2009
Cetakan           : 16

 Mengenai ISI Buku
Buku ini merupakan salah satu buku yang dirasa wajib untuk dibaca oleh para akademisi terkait tentang psikologi perkembangan yang mana isi dari buku ini sangat lengkap, terdiri dari 8 Bab; mulai dari Objek dan Metode Psikologi Perkembangan, kemudian Periode Pre-Natal dan tahun pertama, kemudian usia satu sampai dengan empat tahun, kemudian dilanjutkan anak pra-sekolah dan anak sekolah, selanjutnya memasuki masa remaja I, kemudian remaja II pada batas dewasa awal, kemudian memasuki masa Dewasa dan masa tua, dan yang terakhir pembahasannya mengenai perkembangan yang terganggu dan penyimpangan dalam perkembangan.
Buku ini merupakan terjemahan, penyesuaian dan penulisan kembali buku yang berjudul Ontwikkelings Psychologie dengan penyesuaian terhadap keadaan Indonesia dan memasukan data empiris yang berasal dari penelitian maupun observasi di Indonesia.
Prof. Dr. F.J. Monks (Guru Besar dalam Psikologi Perkembangan) dan Drs. J. Th. Willemsen (Direktur Biro Luar Negeri) dalam bulan Agustus 1975, keduanya dari Katholieke Universiteit Nijmegen yang kemudian datang di fakultas Psikologi University Gadjah Mada Yogyakarta untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan kerjasama dalam bidang Psikologi. Disamping melakukan observasi ataupun penelitian-penelitian juga merupakan usaha dalam peningkatan ilmu bagi para tenaga dosen. Terutama dalam melakukannya melalui desertasi-desertasi untuk keperluan Prof. Monks mengembangkan suatu program yang dinamakan “sandwich model”.
Dan akhirnya Dra. Siti Rahayu Haditono adalah orang pertama yang menggunakan kesempatan ini dan dengan bimbingan Prof. Monks sebagai promotor dapat menyelesaikan desertasinya pada bulan agustus 1979.
Buku ini diperbaharui dengan melakukan penelitian-penelitian yang disesuaikan terhadap keadaan indonesia, dan ditambahkan dengan data empiris yang berasal dari penelitian maupun observasi di Indonesia. Oleh karenanya sampai sekarang buku ini bisa dipakai sebagai rujukan ataupun referensi dalam dunia akademik mengenai psikologi perkembangan.
Salah satu yang menarik yang terdapat pada buku ini yang mungkin tidak dijumpai pada buku-buku tentang psikologi yang lain yaitu buku ini mengkaji objek dan metode-metode psikologi perkembangan yangmana terdapat teori-teori usaha dalam mengatasi psikologi perkembangan dijelaskan bahwasanya, Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi. Para ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya (Van den Berg, 1986; Muchow, 1962). Dijelaskan dalam buku ini bahwa pertumbuhan fisik memang mempengaruhi perkembangan psikis, misalnya bertambahnya fungsi otak memungkinkan anak dapat tertawa, berjalan, berbicara, dan sebagainya. Mampu untuk berfungsi dalam suatu nivo yang lebih tinggi karena pengaruh pertumbuhan, disebut pemasakan. Kemudian terdapat berbagai macam teori-teori perkembangan, seperti; teori yang berorientasi biologis. Teori ini menitik beratkan pada apa yang disebut bakat, jadi faktor keturunan dan konstitusi yang dibawa sejak lahir. Perkembangan anak dilihat sebagai pertumbuhan dan pemasakan organisme. Perkembangan bersifat endogen, artinya perkembangan tidak hanya berlangsung spontan saja, melainkan juga harus dimengerti sebagai pemekaran pre-deposisi yang telah ditentukan secara biologis dan tidak dapat berubah lagi (genotype). Kemudian teori lingkungan. Teori ini termasuk teori belajar dan teor sosialisasi yang bersifat sosiologis. Menurut teori ini maka perkembangan adalah bertambahnya potensi untuk bertingkah laku. Berjalan harus dipelajari, bergaul dengan orang lain juga harus dipelajari, begitu juga berpikir logis. Dan masih banyak yang lainnya, ada teori psikodinamika, ilmu kerokhanian, dan teori interaksionisme.
Selanjutnya pada periode prenatal dan tahun pertama, yaitu membahas tentang perkembangan embrio dan fetus. Dijelaskan bahwa secara biologis hidup dimulai pada waktu konsepsi ataupun pembuahan, dan bagaimanakah perkembangan psikologis??. Pendapat aliran “homunculus” dalam abad pertengahan mengatakan bahwa perkembangan psikologis sudah dimulai pada waktu konsepsi. Menurutnya maka pada waktu konsepsi semua telah ada dalam bentuk yang teramat kecil hingga seakan-akan hanya dapat dilihat memaluai mikroskop. Perubahan-perubaahan sesudahnya hanyalah bersifat kuantitatif.  
Kemudian pada periode tahun pertama, sesudah dilahirkan maka bayio menunjukan banyak bergerak refleks. Ini merupakan tingkah laku yang instinkif. Berdasarkan penelitian-penelitian mengenai tingkah laku instinkif apa saja yang dilakukan anak pada hari-hari pertama sesudah dilahirkan, ditemukan bahwa 7 % waktunya untuk makan, jadi reaksi yang positif, 1 % untuk tingkah laku spontan dan kurang lebih 88 % untuk tidur atau semacamnya.
Kemudian usia satu sampai empat tahun terdapatnya banyak perubahan-perubahan misalnya perkembangan sosial dan kepribadiannya yang ditandai dengan perkembangan tingkah laku yang lekat.kemudian diusia 4 tahun perkembangan yang terjadi sangat signifikan yaitu sudah mulai bisa duduk, berdiri dan berjalan, dan sudah dapat meloncat-loncat.
Selanjutnya perkembangan anak pra sekolah dan sekolah yaitu ditandai dengan perkembangan jasmani dan psiko-motorik. Dan selanjutnya perkembangan pada masa remaja I yaitu ditandai dengan perkembangan fisik dan psiko-sosial. Kemudian pada masa remaja II pada batas awal ditandai dengan kedewasaan, keadaan “mondig” dan emansipasi sebagai suatu fase dalam suatu perkembangan. Dan setelahnya pada masa dewasa dan masa tua, adanya pematangan dan perkembangan dalam proses menjadi tua baik dari fisik, psikis dan tingkah laku sudah menjadi sebuah perkembangan kepribadian. Perkembangan dalam arti tumbuh, bertambah besar, mengalami diferensasi, yaitu sebagai perubahan yang dinamis. Dan yang terakhir pembahasannya mengenai perkembangan yang terganggu dan penyimpangan dalam perkembangan, itu disebabkan karenan adanya faktor bisa dari lingkungan, keadaan maupun salh didik, dan sebagainnya.

Kelebihan
  1. Buku ini sangat lengkap dalam pembahasannya mengenai psikologi perkembangan yang memudahkan pembacanya menjadi faham dan mengerti.
  2. Pembahasaanya sangat mudah dimengerti dan dapat dipahami.
  3. Adanya petunjuk atau disertai gambar dalam mengaplikasikan contoh-contohnya.

Kekurangan
Terdapat contoh-contoh yang tidak sesuai dengan keadaan di indonesia karena diambil dari penelitian di amerika atau luar indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar